IHSG Turun dalam 2 Hari Terakhir, Mirae Asset: Healthy Correction

Jakarta – Pasar saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahan, dengan ditutup pada zona merah ke posisi 7.204,37 dari dibuka pada level 7.222,45 atau turun 0,25 persen pada perdagangan hari ini, 12 Juni 2025.

Menurut Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, hal tersebut masih dalam kondisi yang wajar karena penurunan yang terjadi hanya di bawah satu persen.

“Kita sendiri kan masih di 6.900. Sementara 7.200 kita masih terlalu tinggi. Beberapa hari terakhir sebenarnya di tengah penurunan. Penurunannya juga nggak terlalu besar ya di bawah 1 persen,” ucap Rully saat ditemui di Jakarta, 12 Juni 2025.

Baca juga: Mirae Asset Rekomendasikan Saham Emiten Emas Makin Berkilau, Ini Alasannya

Rully menjelaskan, penguatan IHSG yang terjadi sebelumnya bergerak terlalu cepat. Oleh karena itu, penurunan pasar saham Indonesia yang terjadi dalam dua hari ini tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Jadi memang sudah priced in, akan ada progres yang positif ya dari dieskalasi dari beberapa waktu terakhir. Sementara mungkin dua hari terakhir ini mungkin terjadi agak sedikit profit taking. Tadi malam juga turun kan. Tapi turunnya juga nggak gede-gede amat. Jadi healthy correction lah ya,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pergerakan IHSG tersebut masih dalam kondisi yang wajar. Ini sejalan dengan dana asing yang keluar pada perdagangan kemarin (11/6) tidak terlalu masif hanya sekitar Rp59,77 miliar. Sementara pada perdagangan Senin, 10 Juni 2025 dana asing masuk cukup signifikan senilai Rp1,01 triliun.

Baca juga: Saham Sritex Sudah Masuk Kriteria Layak “Ditendang” dari Bursa

“Asingnya sendiri masih masuk kemarin ya. Tidak ada signifikan keluar itu nggak ada. Karena di hari selasa, di hari pertama perdagangan minggu ini juga masuknya juga signifikan. Lebih dari Rp1 triliun,” ujar Rully.

Adapun, pergerakan IHSG sejak awal 2025 juga sudah terlihat mengalami pemulihan. Dalam satu bulan terakhir IHSG telah mengalami penguatan 4,02 persen, sedangkan secara year to date (ytd) sudah naik sekitar 1,76 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

12 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

13 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

14 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

16 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

16 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

16 hours ago