Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 14,50 poin atau 0,27% ke 5.293,61 pada perdagangan Selasa, 13 Desember 2016. Sementara indeks LQ45 ditutup turun tipis 0,54 poin atau 0,06% ke 889,77.
Aksi jual kembali mewarnai Indeks hari ini, kondisi tersebut membuat posisi IHSG merah sepanjang perdagangan.
Sebanyak tujuh dari sepuluh sektoral Saham di lantai bursa tercatat melemah, sementara tiga sektor lainnya menguat. Sektor perdagangan memimpin pelemahan indeks sore ini sebesar 1,01%. Sementara sektor infrastruktur mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 0,39%.
Perdagangan hari ini sendiri berjalan marak dengan frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 297.586 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 15,451 miliar saham senilai Rp9,28 triliun. Sebanyak 103 saham naik, 199 saham turun, dan 111 saham stagnan.
Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Graha Layar Prima (BLTZ) naik Rp800 ke Rp7.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp550 ke Rp17.100, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp550 ke Rp16.800, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp250 ke Rp11.725.
Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp725 ke Rp40.725, Matahari Department Store (LPPF) turun Rp600 ke Rp14.800, Prodia Widyahusada (PRDA) turun Rp400 ke Rp6.100, dan Bank Mayapada (MAYA) turun Rp350 ke Rp3.150. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More