Market Update

IHSG Terkoreksi 1,17 Persen di Februari 2026, Transaksi Harian Capai Rp25,6 Triliun

Poin Penting

  • Indeks Harga Saham Gabungan per 27 Februari 2026 terkoreksi 1,13 persen mtd, namun masih melemah 4,76 persen ytd
  • Net buy asing Rp0,36 triliun; rata-rata nilai transaksi harian saham Rp25,62 triliun
  • AUM industri Rp1.115,71 triliun, NAB reksa dana Rp726,26 triliun; total investor 22,88 juta dengan tambahan 1,8 juta baru.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tekanan di pasar saham domestik mulai mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per 27 Februari 2026 terkoreksi 1,13 persen month-to-date (mtd) ke level 8.235,49.

Meski begitu, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut IHSG masih melemah 4,76 persen year-to-date (ytd).

“Dari sisi rata-rata nilai transaksi harian (RNTH), perdagangan saham Februari 2026 tercatat cukup tinggi, Rp25,62 triliun. Konsisten di atas Rp20 triliun sejak Agustus 2025,” ujar Hasan dalam Konferensi Pers RDKB, Jakarta, 3 Maret 2026.

Baca juga: Konflik Iran-AS Picu Capital Outflow, IHSG dan Rupiah Terancam Tertekan

Investor asing membukukan net buy Rp0,36 triliun, berbalik arah dari Januari 2026 yang masih mencatat net sell Rp9,88 triliun.

Di pasar obligasi, Indeks Harga Obligasi Korporasi Indonesia (ICBI) per 27 Februari 2026 ditutup di level 442,12, terapresiasi 0,45 persen mtd dan 0,29 persen ytd, meski investor nonresiden mencatat net sell Rp3,35 triliun di Surat Berharga Negara (SBN).

Industri pengelola investasi mencatat AUM (Asset Under Management) Rp1.115,71 triliun per 26 Februari 2026, meningkat 1,11 persen mtd dan 7 persen ytd. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp726,26 triliun atau tumbuh 3,55 persen mtd, didorong net subscription Rp16,09 triliun.

Baca juga: Kerek Free Float, BEI Ubah Aturan Liquidity Provider

Dari sisi investor, jumlah investor baru tercatat bertambah 1,8 juta per 25 Februari 2026, sehingga total investor domestik mencapai 22,88 juta.

Sementara itu, penghimpunan dana korporasi di pasar modal per 27 Februari 2026 secara ytd mencapai Rp30,52 triliun, bersumber dari penawaran umum efek utang dan sukuk (EBUS).

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bukukan Pendapatan USD605 Juta Sepanjang 2025

Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More

3 hours ago

Begini Jurus Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME

Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More

3 hours ago

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

1 day ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

1 day ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

1 day ago

Skenario Pengakhiran Perang AS-Israel Versus Iran

Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More

2 days ago