Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (14/1), berhasil ditutup menembus level 9.000 sekaligus memecahkan rekor all-time-high (ATH) dengan ditutup di level 9.032,58 menguat 0,94 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menuturkan, capaian tersebut merupakan cerminan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional pada 2026.
“Dukungan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi turut berperan penting dalam menciptakan sentimen positif yang konsisten di pasar,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi dikutip, Kamis, 15 Januari 2026.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat 0,46 Persen ke Level 9.074
Hasil yang positif tersebut juga berasal dari sinergi kuat antara BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Tidak hanya itu, seluruh pemangku kepentingan turut mendorong penguatan ekosistem pasar modal Indonesia sehingga mampu menghasilkan berbagai pencapaian.
Sepanjang 2025, pasar modal Indonesia mencatatkan berbagai rekor tertinggi, antara lain jumlah investor yang mencapai 20,3 juta, pencatatan 26 saham baru dengan total dana yang dihimpun melalui Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp18,1 triliun dengan enam di antaranya merupakan Lighthouse IPO.
Aktivitas perdagangan pada 2025 juga menunjukkan tren yang kuat, dengan IHSG ditutup menguat 22,10 persen di level 8.644,26 pada Senin (29/12) dan mencatatkan 24 kali rekor ATH.
Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati 4 Saham Rekomendasi Analis
Pencapaian tersebut menegaskan posisi pasar modal Indonesia yang semakin resilien dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat peran BEI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
BEI bersama SRO, OJK, dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pasar modal serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan guna mendorong pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan dan inklusif. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More