Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu, 10 Juli 2025, berhasil ditutup ke level 7.001,93 dari posisi 6.943,92 atau menguat 0,84 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 11,16 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 758 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,96 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 190 saham terkoreksi, sebanyak 368 saham menguat dan sebanyak 240 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Kembali Dibuka Menguat 0,35 Persen ke Level 6.967
Selanjutnya, hampir seluruh sektor juga mengalami penguatan, dengan sektor infrastruktur meningkat 1,93 persen, sektor energi naik 1,41 persen, sektor keuangan menguat 1,14 persen, sektor bahan baku meningkat 1,04 persen, sektor teknologi naik 0,89 persen.
Penguatan juga terjadi pada sektor transportasi (0,70 persen), sektor properti (0,37 persen), sektor industrial (0,24 persen), sektor kesehatan (0,03 persen), dan sektor siklikal (0,01 persen).
Sementara itu, hanya sektor non-siklikal yang mengalami pelemahan, didorong oleh saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang turun 0,99 persen.
Baca juga: IHSG Berpotensi Kembali Menguat, Ini Sentimen Pendorongnya
Adapun indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Hang Seng Index naik 0,30 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,56 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,71 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Danantara Indonesia merayakan satu tahun berdiri melalui refleksi kelembagaan yang dihadiri Presiden Prabowo… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai investigasi perdagangan AS terhadap Indonesia merupakan hal biasa dalam dinamika… Read More
Poin Penting Pengamat menilai ketahanan energi Indonesia cukup kuat menghadapi gejolak geopolitik di Timur Tengah.… Read More
Poin Penting Minat masyarakat terhadap investasi emas meningkat dan turut mendorong pertumbuhan bisnis Unit Usaha… Read More
Poin Penting Purbaya menyatakan pemerintah masih mengkaji kemungkinan pelebaran defisit APBN di atas 3 persen… Read More
Poin Penting Utang baru Rp185,3 triliun telah ditarik pemerintah hingga Februari 2026, setara 22,3 persen… Read More