Dua orang pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa, 4 November 2025, ditutup bertahan di zona hijau ke level 8.296,17 naik 0,25 persen dari posisi sebelumnya di 8.275,08.
Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 15,25 miliar saham diperdagangkan dengan 1,31 juta kali transaksi dan total nilai transaksi mencapai Rp8,91 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 347 saham terkoreksi, 264 saham menguat, dan 197 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Lanjutkan Penguatan, Dibuka Naik ke Posisi 8.285
Meski IHSG bergerak positif, sebagian besar sektor bergerak melemah. Sektor properti turun 2,61 persen, bahan baku melemah 0,88 persen, kesehatan 0,73 persen, teknologi 0,38 persen, transportasi 0,10 persen, dan sektor energi melemah tipis 0,05 persen.
Sementara itu, sektor sisanya menguat, tecermin dari sektor industrial naik 4,02 persen, sektor infrastruktur meningkat 0,72 persen, sektor energi menguat 0,41 persen, sektor keuangan naik 0,18 persen, dan sektor non-siklikal meningkat 0,03 persen.
Baca juga: IHSG Bepotensi Lanjut Menguat pada Rentang 8.300-8.350
Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak melemah, dengan Shanghai Composite Index Shanghai turun 0,41 persen, Hang Seng Index merosot 0,31 persen, dan melemah Nikkei 225 Index Tokyo menguat 0,62 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More