Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Rabu (1/4), ditutup bertahan menguat di level 7.150,68 atau naik 1,43 persen dari posisi pembukaan di 7.048,22.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 17,37 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,13 juta kali. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,64 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 196 saham terkoreksi, sebanyak 489 saham menguat dan sebanyak 128 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Ngegas, Dibuka Naik 1,43 Persen ke Posisi 7.149
Lalu, seluruh sektor juga terpantau bergerak hijau, dengan sektor siklikal naik 3,72 persen, sektor bahan baku menguat 3,35 persen, sektor transportasi meningkat 2,80 persen, sektor industrial naik 2,75 persen, sektor infrastruktur menguat 2,06 persen, dan sektor properti meningkat 1,08 persen.
Selanjutnya, sektor non-siklikal naik 1,01 persen, sektor energi menguat 0,95 persen, sektor teknologi meningkat 0,76 persen, sektor keuangan naik 0,58 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,36 persen.
Baca juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound di Rentang 7.100-7.200
Adapun, indeks-indeks bursa Asia juga kompak menguat, dengan Nikkei 225 Index Tokyo naik 5,92 persen, Hang Seng Index meningkat 2,21 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai menguat 1,42 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Manulife Wealth & Asset Management resmi mengakuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia dan… Read More
Poin Penting RUPST PT Bank Danamon Indonesia Tbk (31 Maret 2026) menyetujui pengangkatan Nobuya Kawasaki… Read More
Poin Penting Anggota DPR meminta kebijakan WFH dievaluasi berkala dan diawasi ketat agar efektif dan… Read More
Poin Penting Pemerintah masih membahas penyesuaian harga BBM nonsubsidi bersama Pertamina dan pihak swasta. Harga… Read More
Poin Penting Impor Indonesia Januari-Februari 2026 naik 14,44% menjadi USD42,09 miliar, didorong bahan baku penolong.… Read More
Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist MENGAWALI 2026, lanskap pasar modal global disambut tekanan berlapis: suku… Read More