Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Jumat, 20 Juni 2025, kembali ditutup di zona merah pada level 6.918,24, turun dari level pembukaan di 6.968,63 atau melemah 0,72 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 13,88 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 680 ribu kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,07 triliun.
Tercatat, sebanyak 395 saham mengalami koreksi, 177 saham menguat, dan 224 saham lainnya stagnan.
Baca juga: IHSG Kembali Dibuka Loyo ke Level 6.951
Hampir seluruh sektor tercatat mengalami pelemahan. Sektor properti memimpin penurunan 1,46 persen, disusul sektor bahan baku yang merosot 0,89 persen, sektor industri melemah 0,88 persen, serta sektor keuangan dan sektor siklikal yang masing-masing turun 0,78 persen.
Selanjutnya, sektor non-siklikal juga tertekan dengan penurunan 0,74 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 0,67 persen. Sementara itu, sektor energi tercatat turun 0,50 persen, sektor kesehatan merosot 0,49 persen, dan sektor teknologi melemah 0,47 persen.
Baca juga: IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Ini Sentimen Pemicunya
Di sisi lain, hanya sektor transportasi yang mencatatkan penguatan, yakni sebesar 0,76 persen. Kenaikan ini ditopang oleh saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) yang naik 5,00 persen.
Sementara itu, indeks-indeks utama di bursa Asia menunjukkan pergerakan beragam. Hang Seng Index menguat 1,15 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai naik tipis 0,08 persen.
Sebaliknya, Nikkei 225 Index Tokyo tercatat melemah 0,11 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More