Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu, 29 Oktober 2025, kembali berbalik ditutup melemah tipis sebesar 0,07 persen ke level 8.086,57 dari posisi sebelumnya di 8.092,62.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 16,19 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,32 juta kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,27 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 326 saham terkoreksi, sebanyak 316 saham menguat dan sebanyak 164 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Dibuka Naik 0,17 Persen ke Posisi 8.106
Lebih lanjut, mayoritas sektor juga bergerak melemah. Sektor industrial merosot 1,04 persen, teknologi turun 0,53 persen, properti melemah 0,44 persen, infrastruktur merosot 0,41 persen, kesehatan turun 0,29 persen, dan non-siklikal melemah 0,14 persen.
Sementara itu, sejumlah sektor masih mampu menguat. Sektor bahan baku naik 2,43 persen, transportasi menguat 1,53 persen, siklikal meningkat 0,94 persen, energi naik 0,42 persen, dan keuangan bertambah 0,26 persen.
Baca juga: IHSG Berpotensi Menguji Level 8.000, Cek Saham MYOR, EMTK hingga MBMA
Sejalan dengan pergerakan IHSG, indeks bursa Asia juga kompak melemah. Shanghai Composite Index Shanghai turun 0,22 persen, Hang Seng Index merosot 0,33 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo melemah 0,24 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More