Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, 7 Maret 2025, kembali ditutup di zona hijau ke level 6.658,85 dari posisi pembukaan di level 6.617,84 atau menguat 0,62 persen, meski sempat turun ke 6.577,83.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 7,71 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 545 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,74 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 228 saham terkoreksi, sebanyak 315 saham menguat dan sebanyak 235 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Dibuka di Zona Hijau ke Level 6.626
Selanjutnya, mayoritas sektor turut mengalami penguatan, dengan sektor teknologi meningkat 4,39 persen, sektor bahan baku menguat 3,11 persen, sektor properti naik 1,64 persen, dan sektor energi menguat 0,74 persen.
Selain itu, sektor siklikal naik 0,48 persen, sektor infrastruktur menguat 0,44 persen, dan sektor non-siklikal meningkat 0,32 persen.
Sementara itu, sektor sisanya melemah, terlihat dari sektor transportasi turun 0,50 persen, sektor kesehatan merosot 0,41 persen, sektor industrial melemah 0,25 persen, dan sektor keuangan turun 0,21 persen.
Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BRIS hingga ISAT
Adapun indeks-indeks bursa Asia bergerak variatif, dengan Hang Seng Index Hong Kong naik 0,58 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,01 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo turun 2,13 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More