Market Update

IHSG Sesi I Kembali Ditutup Naik 0,57 Persen ke Posisi 8.709

Poin Penting

  • IHSG sesi I ditutup menguat 0,57% ke level 8.709,43 dengan total transaksi Rp19,46 triliun.
  • Mayoritas sektor menguat, dipimpin sektor kesehatan (+3,79%) dan keuangan (+1,45%), sementara properti dan teknologi melemah.
  • Bursa Asia melemah, termasuk Nikkei 225 (-1,17%), Shanghai Composite (-0,11%), dan Hang Seng (-0,92%).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Senin, 15 Desember 2025, kembali ditutup menguat ke level 8.709,43 dari posisi 8.660,49 atau naik 0,57 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 36,27 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,24 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp19,46 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 291 saham terkoreksi, sebanyak 358 saham menguat dan sebanyak 148 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Semringah ke Posisi 8.681

Lebih lanjut, mayoritas sektor juga ditutup menguat, antara lain, sektor kesehatan naik 3,79 persen, sektor keuangan meningkat 1,45 persen, sektor bahan baku menguat 1,28 persen, sektor siklikal naik 1,17 persen.

Selain itu, sektor industrial meningkat 0,89 persen, sektor transportasi menguat 0,42 persen, dan sektor non-siklikal naik 0,38 persen.

Sementara itu, sektor lainnya mengalami pelemahan, yakni sektor properti turun 0,72 persen, sektor teknologi melemah 0,68 persen, sektor energi merosot 0,39 persen, dan sektor infrastruktur turun 0,34 persen.

Baca juga: IHSG Rawan Terkoreksi di Awal Pekan, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini

Adapun, indeks-indeks bursa Asia juga justru kompak melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 1,17 persen, Shanghai Composite Index Shanghai merosot 0,11 persen, dan Hang Seng Index melemah 0,92 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ekspansi Ritel, MR.DIY Indonesia Siap Tambah 270 Toko dan Flagship Store di 2026

Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More

9 hours ago

Geopolitik dan Harga Minyak Bayangi Ekonomi 2026, Permata Bank Lakukan Strategi Ini

Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More

10 hours ago

Klaim Bencana Sumatra Belum Tuntas, Jasindo Targetkan Finalisasi Mei 2026

Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More

10 hours ago

Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR

Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More

11 hours ago

ICDX Gelar Commodity Outlook 2026

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More

11 hours ago

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More

12 hours ago