Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu, 23 April 2025, kembali ditutup meningkat ke level 6.616,44 dari dibuka pada level 6.538,26 atau menguat 1,20 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 13,27 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 774 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,52 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 192 saham terkoreksi, sebanyak 383 saham menguat dan sebanyak 217 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Dibuka Naik 1 Persen ke Level 6.603, Jelang RDG BI
Lalu hampir seluruh sektor turut mengalami penguatan, dengan sektor properti meningkat 1,95 persen, sektor non-siklikal menguat 1,86 persen, sektor kesehatan naik 1,51 persen, sektor keuangan meningkat 1,23 persen, sektor energi menguat 1,20 persen.
Selain itu, sektor industrial dan sektor siklikal meningkat 0,84 persen, sektor infrastruktur naik 0,42 persen, sektor teknologi meningkat 0,11 persen, sektor transportasi menguat 0,04 persen.
Sedangkan hanya sektor bahan baku yang mengalami pelemahan sebanyak 1,59 persen, ditopang oleh penurunan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebanyak 5,94 persen.
Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Investor Diminta Cermati Sentimen Ini
Adapun indeks bursa Asia kompak hijau, dengan Hang Seng Index Hong Kong naik 2,33 persen, Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,17 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo naik 2,00 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat pada 2025, mencapai… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 9.032,58 dan sempat menyentuh All Time… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya temukan 40 perusahaan baja asal China dan Indonesia yang diduga mengemplang… Read More
Poin Penting Permata Bank menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit 20% lewat Travel Fair 2026 bersama… Read More
Poin Penting Permata Bank optimistis kredit konsumer tumbuh sekitar 10 persen pada 2026, dengan prospek… Read More
Poin Penting OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP. DPR menegaskan… Read More