Market Update

IHSG Sesi I Jumat (6/3) Ditutup Ambles 2,61 Persen, Sentuh Level 7.509

Poin Penting

  • IHSG anjlok 2,61%, dengan indeks ditutup di level 7.509,10 pada sesi I perdagangan, Jumat (6/3) akibat tekanan sentimen global.
  • Ketegangan Iran dengan AS–Israel berpotensi mendorong kenaikan harga energi global dan membebani ekonomi negara pengimpor minyak seperti Indonesia.
  • Sebanyak 645 saham turun, 97 saham naik, dengan nilai transaksi mencapai Rp9,42 triliun dan seluruh sektor mengalami koreksi.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Jumat (6/3) ditutup lanjut merosot ke level 7.509,10 atau melemah 2,61 persen dari dibuka pada posisi 7.710,53.

Manajemen Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai pelemahan IHSG masih tertekan oleh sentimen global. “Semakin memanasnya konflik di Timur Tengah memberikan dampak bagi penguatan harga energi global tidak terhindarkan dengan potensi konflik jangka panjang,” kata Manajemen dalam risetnya, Jumat, 6 Maret 2026.

Baca juga: IHSG Jelang Akhir Pekan Kembali Dibuka Terkoreksi ke Level 7.649

Dengan situasi konflik yang melibatkan Iran dan AS-Israel merupakan mimpi buruk bagi negara importir minyak seperti Indonesia. Dampaknya tidak hanya terasa di sektor energi, tetapi merambat ke seluruh sendi ekonomi domestik melalui jalur fiskal dan moneter.

Nilai Transaksi Capai Rp9,42 Triliun

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 19,13 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,19 juta kali. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,42 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 645 saham terkoreksi, sebanyak 97 saham menguat dan sebanyak 69 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 1,76 Persen ke Level 7.710, Mayoritas Sektor Hijau

Seluruh Sektor Terkoreksi

Lalu, seluruh sektor juga terpantau melemah, dengan sektor siklikal merosot paling dalam 4,78 persen, sektor industrial turun 4,69 persen, sektor energi melemah 3,79 persen, sektor bahan baku merosot 3,61 persen, sektor infrastruktur turun 3,37 persen, dan sektor properti melemah 2,27 persen.

Selain itu, sektor non-siklikal merosot 1,92 persen, sektor keuangan turun 1,54 persen, sektor kesehatan melemah 0,89 persen, sektor teknologi merosot 0,63 persen, dan sektor transportasi turun 0,46 persen.

Baca juga: IHSG Berpeluang Terkoreksi, 4 Saham Ini Layak Dicermati

Meski demikian, indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Hang Seng Index naik 1,85 persen, Nikkei 225 Index Tokyo meningkat 0,05 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,25 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Apindo: 51 Persen UMKM Sulit Akses Modal, 45 Persen Tak Berencana Ekspansi

Poin Penting Survei Apindo menunjukkan 51% UMKM masih kesulitan mengakses pembiayaan. Lebih dari 80% pelaku… Read More

3 mins ago

World Gold Council: Pelemahan Dolar AS Berpotensi Dongkrak Harga Emas

Poin Penting World Gold Council memproyeksikan harga emas mendapat dukungan dari tren pelemahan dolar AS… Read More

4 mins ago

Nobuya Kawasaki Diusulkan Jadi Dirut Danamon di RUPST Maret 2026, Ini Profilnya

Perubahan pengurus Danamon akan diajukan dalam RUPST pada 31 Maret 2026, termasuk pengakhiran masa jabatan… Read More

30 mins ago

Cinema XXI Raup Pendapatan Rp5,9 Triliun di 2025, Tumbuh 2,6 Persen

Poin Penting Pendapatan Cinema XXI pada 2025 mencapai Rp5,9 triliun, tumbuh 2,6 persen yoy; laba… Read More

36 mins ago

PGEO Rampungkan Proyek Pemipaan Kamojang, Perkuat Energi Bersih Nasional

Poin Penting PGEO menyelesaikan proyek pemipaan sumur KMJ-19.5 dan KMJ-30.3. Proyek tingkatkan kapasitas PLTP Kamojang… Read More

39 mins ago

Cadangan Devisa RI Turun Jadi USD151,9 Miliar di Februari 2026

Poin Penting BI mencatat cadangan devisa turun menjadi USD151,9 miliar pada Februari 2026 dari USD154,6… Read More

48 mins ago