Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Kamis (15/1) ditutup bertahan di zona hijau ke level 9.046,83, naik 0,16 persen dari posisi pembukaan di 9.032,58. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru di level 9.100,82.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 30,55 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,15 juta kali. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp16,80 triliun.
Adapun pergerakan saham menunjukkan 351 saham menguat, 327 saham melemah, dan 122 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat 0,46 Persen ke Level 9.074
Meski IHSG menguat, mayoritas sektor saham justru bergerak di zona merah. Sektor industrial turun 2,20 persen, sektor bahan baku melemah 1,09 persen, sektor infrastruktur terkoreksi 0,95 persen, sektor energi turun 0,41 persen, sektor transportasi melemah 0,13 persen, dan sektor non-siklikal turun tipis 0,01 persen.
Sementara itu, beberapa sektor mencatatkan penguatan, di antaranya sektor siklikal naik 1,56 persen, sektor keuangan menguat 0,91 persen, sektor teknologi naik 0,62 persen, sektor properti meningkat 0,30 persen, dan sektor kesehatan bertambah 0,27 persen.
Baca juga: IHSG Tembus Level 9.000, Begini Respons BEI
Di sisi lain, pergerakan bursa Asia terpantau kompak melemah. Indeks Nikkei 225 Tokyo turun 0,77 persen, Hang Seng Index terkoreksi 0,58 persen, dan Shanghai Composite Index melemah 0,60 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More
Poin Penting Danantara akan mereformasi bank Himbara pada 2026 untuk memperkuat likuiditas, kredit, dan kinerja… Read More
Poin Penting OJK mencabut izin BPR/BPRS terutama karena kasus fraud serta lemahnya tata kelola dan… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memprediksi konsumsi masyarakat mulai pulih pada 2026, didorong stimulus pemerintah serta… Read More
Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More
Poin Penting Utang luar negeri Indonesia turun menjadi USD423,8 miliar pada November 2025, lebih rendah… Read More