Ilustrasi: IHSG hari ini dibuka di zona merah. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Kamis (30/1), ditutup menguat 1,18 persen ke level 8.329,15 dari posisi pembukaan di 8.232,20.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 33,58 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi 2,05 juta kali transaksi. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp22,24 triliun.
Adapun pergerakan saham didominasi penguatan, dengan 550 saham naik, 181 saham melemah, dan 78 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Rebound! Dibuka Naik 1 Persen Lebih ke Posisi 8.326
Lalu, mayoritas sektor juga terpantau naik, dipimpin oleh sektor transportasi yang menguat 5,64 persen, sektor keuangan meningkat 2,32 persen, sektor non-siklikal naik 1,86 persen, dan sektor properti menguat 1,80 persen.
Selain itu, sektor energi meningkat 1,05 persen, sektor kesehatan naik 0,73 persen, sektor infrastruktur menguat 0,24 persen, dan sektor siklikal meningkat 0,19 persen.
Sedangkan, sektor sisanya masih melemah, di antaranya adalah sektor industrial turun 1,29 persen, sektor teknologi merosot 0,90 persen, dan sektor bahan baku melemah 0,53 persen.
Baca juga: Simak Proyeksi Arah IHSG usai Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI
Adapun indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Hang Seng Index naik 2,58 persen, Shanghai Composite Index Shanghai menguat meningkat 0,27 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo menguat 0,05 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist MENGAWALI 2026, lanskap pasar modal global disambut tekanan berlapis: suku… Read More
Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Februari 2026 surplus USD1,27 miliar, melanjutkan tren surplus selama 70… Read More
Poin Penting Ninik Herlani Masli Ridhwan mengundurkan diri sebagai Komisaris Independen PT Bank SMBC Indonesia… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dalam serangan Israel saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.… Read More
Poin Penting Laba bersih melonjak 160,64% menjadi Rp141,03 miliar pada 2025, dari Rp54,11 miliar pada… Read More
Poin Penting Pemerintah menerapkan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai langkah kemandirian dan efisiensi… Read More