Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,59 Persen ke Level 7.293

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (8/7) berbalik ditutup menguat sebesar 0,59 persen ke level 7.293,85 dari dibuka pada level 7.251,24.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 8,97 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 677 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,16 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 242 saham terkoreksi, sebanyak 272 saham menguat dan sebanyak 266 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: BEI Catat 24 Emiten Antre IPO, 6 di Antaranya Beraset Jumbo

Meski begitu, mayoritas sektor ditutup dengan mengalami penguatan, dipimpin oleh sektor keuangan yang menguat 1,12 persen, ditopang oleh kenaikan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 3,16 persen dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,75 persen.

Lalu, sektor lain yang mengalami peningkatan adalah sektor transportasi meningkat 0,66 persen, sektor infrastruktur naik 0,65 persen, sektor industrial menguat 0,32 persen, sektor siklikal naik 0,23 persen, sektor bahan baku meningkat 0,12 persen, dan sektor energi naik 0,07 persen.

Sementara, sektor sisanya mengalami pelemahan, terlihat dari sektor kesehatan yang melemah 0,44 persen, sektor non-siklikal turun 0,34 persen, sektor properti menyusut 0,14 persen, dan sektor teknologi turun 0,12 persen.

Baca juga: Harga Saham GUNA Sentuh ARA, Melesat 34,67 Persen

Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, terlihat dari Nikkei 225 Index Tokyo yang naik 1,96 persen, Indonesia Composite Index Jakarta menguat 0,59 persen, dan Indonesia LQ45 Index Jakarta mengalami penguatan 1,01 persen.   

Kemudian, Hang Seng Index Hong Kong meningkat 0,25 persen, Shanghai Composite Index Shanghai naik 1,26 persen, dan Straits Times Index Singapore menguat 0,53 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kebijakan Fiskal Ugal-Ugalan, Apa Tidak Dipikirkan Dampaknya?

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More

2 mins ago

OJK Setujui Pencabutan Izin Usaha Pindar Milik Astra

Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More

22 mins ago

OJK Resmi Bentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital

Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More

34 mins ago

Infobank Perbaiki Perhitungan LAR, Rasio Bank BCA Syariah Turun Jadi 5,53 Persen

Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More

45 mins ago

OJK Optimistis Kinerja Perbankan Tetap Solid di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More

57 mins ago

Kedudukan dan Otoritas Danantara Pascarevisi Keempat UU BUMN

Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More

1 hour ago