Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (16/7) bertahan ditutup pada zona hijau menguat 0,53 persen dari level 7.140,47 ke 7.178,58.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 14,82 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,05 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,54 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 229 saham terkoreksi, sebanyak 350 saham menguat dan sebanyak 220 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: BI Rate Diprediksi Tetap 5,5 Persen, Ini Dampaknya ke Saham dan Obligasi
Lalu, hampir seluruh sektor juga mengalami penguatan. Ini tercermin dari sektor transportasi naik 2,41 persen, sektor infrastruktur meningkat 1,68 persen, sektor energi menguat 1,32 persen, sektor teknologi naik 0,87 persen, dan sektor kesehatan meningkat 0,59 persen.
Selanjutnya, sektor industrial menguat 0,49 persen, sektor keuangan naik 0,38 persen, sektor non-siklikal meningkat 0,33 persen, sektor bahan baku menguat 0,27 persen, dan sektor properti naik 0,12 persen.
Baca juga: Fundamental Solid, BlackRock dan Vanguard Tambah Kepemilikan Saham BBRI
Sementara itu, hanya sektor siklikal yang mengalami pelemahan sebanyak 0,25 persen. Pelemahan ini dipicu turunnya saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 0,79 persen.
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Hang Seng Index naik 0,16 persen dan Nikkei 225 Index Tokyo meningkat 0,08 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai turun 0,18 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More