Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,44 Persen, Sempat Tembus Level 9.000

Poin Penting

  • IHSG sesi I naik 0,44 persen ke 8.984,47 dan sempat menembus level 9.000.
  • Nilai transaksi mencapai Rp15,43 triliun, dengan 362 saham menguat dan 311 melemah.
  • Mayoritas sektor menguat, dipimpin non-siklikal dan energi, meski bursa Asia melemah.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (8/1) ditutup menguat ke level 8.984,47 atau naik 0,44 persen dari posisi 8.944.81.

IHSG pada hari ini juga berhasil menembus level 9.000 tepatnya 9.002,92 di tengah perdagangan sesi I hari ini.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 32,33 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,32 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp15,43 triliun.

Baca juga: BNI AM Proyeksikan IHSG 2026 Tembus 9.600, Ini Faktor Penopangnya

Kemudian, tercatat terdapat 311 saham terkoreksi, sebanyak 362 saham menguat dan sebanyak 137 saham tetap tidak berubah.

Selanjutnya, mayoritas sektor juga mampu ditutup menguat, antara lain, sektor non-siklikal naik 1,50 persen, sektor energi meningkat 1,38 persen, sektor properti menguat 1,15 persen, sektor transportasi naik 0,66 persen.

Selain itu, sektor kesehatan meningkat 0,30 persen, sektor teknologi menguat 0,09 persen, dan sektor keuangan naik 0,01 persen.

Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?

Sedangkan, sektor sisanya mengalami pelemahan, yakni sektor bahan baku turun 0,93 persen, sektor industrial merosot 0,36 persen, sektor infrastruktur melemah 0,04 persen, dan sektor siklikal turun 0,02 persen.

Meski demikian, indeks-indeks bursa Asia kompak melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo merosot 1,23 persen, Hang Seng Index turun 1,50 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,04 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

HSBC Resmikan Wealth Center di Surabaya, Begini Targetnya

Poin Penting HSBC membuka Wealth Center pertama di Surabaya, menjadi yang kelima di Indonesia dan… Read More

6 hours ago

Bank Muamalat Genjot Kembali Pembiayaan Emas Syariah

Gebrakan Bank Muamalat Genjot Pembiayaan Emas SyariahKepercayaan dan minat masyarakat yang tinggi terhadap emas sebagai… Read More

6 hours ago

BEI Pastikan Kenaikan Free Float ke 15 Persen Tak Ganggu Minat IPO

Poin Penting BEI berencana menaikkan aturan free float menjadi 15 persen secara bertahap untuk menyesuaikan… Read More

7 hours ago

KrediOne Perkuat Transformasi Digital, Fokus Layanan dan Perlindungan Konsumen

Poin Penting KrediOne memperkuat transformasi digital melalui sistem berbasis teknologi dan data untuk meningkatkan kualitas… Read More

7 hours ago

AXA Mandiri Luncurkan Produk Wealth Signature Berbasis Dolar AS, Ini Keuntungannya

Poin Penting AXA Mandiri meluncurkan Wealth Signature USD, asuransi dwiguna berbasis dolar AS yang menggabungkan… Read More

8 hours ago

Sawit Ilegal Ditertibkan, BKPM Dorong Solusi Jaga Pasokan Industri Hilir

Poin Penting BKPM khawatir penyitaan 4-5 juta ha lahan sawit ilegal pada 2026 berpotensi mengganggu… Read More

9 hours ago