Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, 24 Maret 2025, ditutup melanjutkan pelemahan ke level 6.114,21 setelah dibuka di level 6.258,17 atau melemah hingga 2,30 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 9,12 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 674 ribu kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,68 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 555 saham terkoreksi, sebanyak 100 saham menguat dan sebanyak 139 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Makin Gelap! Longsor 4,24 Persen, Tinggalkan Level 6.000
Lebih lanjut, hampir seluruh sektor juga mengalami pelemahan, dengan sektor bahan baku merosot 3,50 persen, sektor siklikal turun 3,25 persen, sektor kesehatan melemah 3,19 persen, sektor properti turun 2,80 persen, dan sektor industrial merosot 2,58 persen.
Lalu sektor energi melemah 2,55 persen, sektor transportasi turun 2,50 persen, sektor non-siklikal merosot 2,06 persen, sektor keuangan melemah 1,43 persen, dan sektor infrastruktur merosot 1,22 persen.
Sementara itu, hanya sektor teknologi yang mengalami penguatan sebanyak 0,12 persen, didukung oleh saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang naik 2,75 persen.
Baca juga: Awal Pekan, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.236
Adapun indeks-indeks bursa Asia juga mayoritas menguat, dengan Hang Seng Index Hong Kong naik 0,07 persen dan Nikkei 225 Index Tokyo menguat 0,05 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,30 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More
Poin Penting BTN dukung penuh program gentengisasi Prabowo melalui penyaluran subsidi renovasi rumah untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai OTT pegawai pajak dan bea cukai sebagai terapi kejut agar… Read More
Poin Penting Baru beroperasi sejak Desember 2025, BSN langsung memposisikan diri sebagai “Banknya Para Developer”… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Jakarta, terpisah… Read More
Poin Penting OJK menegaskan KUB BPD sebagai strategi utama untuk memperkuat peran BPD dalam pembiayaan… Read More