Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (30/1) ditutup berbalik merosot ke level 7.068,56 atau turun 1,36 persen dari dibuka pada level 7.166,05.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 12,17 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 759 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,42 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 379 saham terkoreksi, sebanyak 192 saham menguat dan sebanyak 230 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Powell Pastikan Tak Ada Unsur Politik
Selanjutnya, mayoritas sektor juga mengalami pelemahan, dengan sektor bahan baku turun 2,64 persen, sektor properti merosot 1,49 persen, sektor infrastruktur menurun 1,41 persen, dan sektor industrial melemah 0,96 persen.
Kemudian, sektor keuangan merosot 0,84 persen, sektor energi melemah 0,51 persen, sektor transportasi turun 0,41 persen, dan sektor siklikal merosot 0,05 persen.
Baca juga: Bos BRI Borong 210 Ribu Saham Perseroan, Rogoh Kocek Segini
Sementara, sektor sisanya menguat, terlihat dari sektor teknologi meningkat 0,58 persen, sektor non-siklikal naik 0,26 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,07 persen.
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat dengan Nikkei 225 Index Tokyo melemah 0,02 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai turun 0,06 persen. Sedangkan, Hang Seng Index Hong Kong naik 0,14 persen. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More