Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Menguat Tembus ke Level 8.804

Poin Penting

  • IHSG sesi I menguat 0,65 persen ke level 8.804, dengan nilai transaksi Rp19,58 triliun.
  • Mayoritas saham dan sektor ditutup hijau, dipimpin sektor transportasi dan energi.
  • Bursa Asia mayoritas menguat, sejalan dengan pergerakan positif IHSG.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (5/1) ditutup dengan melanjutkan penguatannya ke level 8.804,84 atau naik 0,65 persen dari posisi 8.748,13.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 40,55 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,67 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp19,58 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 302 saham terkoreksi, sebanyak 362 saham menguat dan sebanyak 141 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Awal Pekan 2026, IHSG Dibuka Hijau pada Posisi 8.776

Selanjutnya, hampir seluruh sektor juga mampu ditutup menguat, antara lain, sektor transportasi meningkat 3,22 persen, sektor energi naik 2,12 persen, sektor bahan baku menguat 1,67 persen, sektor industrial meningkat 1,32 persen, dan sektor siklikal naik 1,12 persen.

Selain itu, sektor keuangan menguat 0,85 persen, sektor infrastruktur meningkat 0,58 persen, sektor properti naik 0,44 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,25 persen. 

Sementara itu, dua sektor masih berada di zona merah, yakni sektor teknologi yang turun 1,39 persen dan sektor non-siklikal melemah 0,21 persen.

Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Ini Sederet Saham Rekomendasi Analis

Sejalan dengan pergerakan IHSG, mayoritas indeks bursa Asia juga ditutup menguat. Shanghai Composite Index naik 1,10 persen, sementara Nikkei 225 Index Tokyo melonjak 3,05 persen. Di sisi lain, Hang Seng Index tercatat turun tipis sebesar 0,09 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

2 mins ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

16 mins ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

54 mins ago

Pemerintah Resmi Berlakukan WFH ASN, Bagaimana dengan Pekerja Swasta?

Poin Penting Pemerintah menetapkan kebijakan WFH bagi ASN satu hari per minggu (setiap Jumat) mulai… Read More

1 hour ago

LPS Siapkan Pembayaran Klaim Simpanan Nasabah BPR Pembangunan Nagari

Poin Penting LPS mulai verifikasi nasabah PT BPR Pembangunan Nagari per 31 Maret 2026, menyusul… Read More

1 hour ago

RUPST Bank Mega Sepakat Tebar Dividen Rp2 Triliun dan Saham Bonus Rp5,87 Triliun

Poin Penting RUPST PT Bank Mega Tbk menyetujui seluruh sembilan mata acara Tahun Buku 2025,… Read More

3 hours ago