Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (1/10) ditutup naik tipis ke level 8.062,07 dari posisi 8.061,06 atau menguat 0,01 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 36,29 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,66 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp12,37 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 292 saham terkoreksi, sebanyak 353 saham menguat dan sebanyak 150 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Dana Asing Kembali Outflow Rp1,25 Triliun, Saham Bank Ini Terbanyak Dilego
Baca juga: BEI Catat Ada 11 Perusahaan di Pipeline Saham, Ini Sektornya
Lebih lanjut, mayoritas sektor juga mengalami penguatan. Rinciannya, sektor teknologi naik 4,94 persen, siklikal dan bahan baku meningkat 1,08 persen, kesehatan menguat 0,56 persen, energi naik 0,36 persen, serta properti meningkat 0,08 persen.
Sedangkan, sektor lainnya mengalami pelemahan. Ini terlihat dari sektor industrial merosot 1,08 persen, transportasi (-0,91 persen), keuangan (-0,28 persen), non-siklikal (-0,26 persen), dan infrastruktur turun 0,01 persen.
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Hang Seng Index naik 0,87 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,52 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo merosot 0,78 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More
Poin Penting Penundaan 105.000 mobil dinilai melindungi industri otomotif nasional dari dampak negatif impor CBU.… Read More
Poin Penting Dugaan serangan siber Bank Jambi dinilai berisiko memicu krisis kepercayaan terhadap perbankan daerah.… Read More
Poin Penting Agrinas menyatakan siap menunda rencana impor 105 ribu kendaraan dari India mengikuti arahan… Read More
Poin Penting Saksi menyatakan tidak ada pembayaran Rp809,59 miliar kepada Nadiem Makarim dalam catatan transaksi… Read More