Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Menguat ke Level 8.960, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting

  • IHSG menguat pada sesi I perdagangan 9 Januari, naik 0,39 persen ke level 8.960,23 dengan nilai transaksi Rp15,21 triliun
  • Mayoritas saham dan sektor menguat, dipimpin sektor siklikal (+3,32 persen), properti (+1,73 persen), dan energi (+1,64 persen)
  • Bursa Asia cenderung positif, dengan Nikkei 225 dan Shanghai Composite sama-sama naik 1,29 persen, sementara Hang Seng turun tipis 0,07 persen.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (9/1) ditutup bertahan menguat pada level 8.960,23 atau naik 0,39 persen dari posisi 8.925,47.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan saham hari ini sebanyak 32,84 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,08 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp15,21 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 301 saham terkoreksi, 358 saham menguat dan 153 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?

Selanjutnya, mayoritas sektor juga mampu ditutup menguat. Ini tercermin dari sektor siklikal yang menguat 3,32 persen, sektor properti meningkat 1,73 persen, sektor energi menguat 1,64 persen, dan sektor kesehatan naik 1,42 persen.

Lalu, sektor bahan baku meningkat 0,99 persen, sektor industrial menguat 0,66 persen, sektor non-siklikal naik 0,36 persen, dan sektor transportasi meningkat 0,28 persen.

Baca juga: Empat Direksi CIMB Niaga Kompak Borong Saham BNGA

Sedangkan, sektor sisanya mengalami pelemahan, yakni sektor infrastruktur turun 1,30 persen, sektor teknologi -0,25 persen, dan sektor keuangan -0,17 persen.

Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Nikkei 225 Index Tokyo naik 1,29 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 1,29 persen. Sedangkan, Hang Seng Index turun 0,07 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Defisit APBN Tembus 2,92 Persen, Airlangga: Masih Aman

Poin Penting Defisit APBN 2025 tercatat 2,92 persen dari PDB, melebar dari target 2,53 persen,… Read More

11 hours ago

Bank Muamalat Klarifikasi Isu Dana Nasabah Hilang, Ini Penjelasan Resminya

Poin Penting Bank Muamalat menegaskan isu dana nasabah hilang tidak benar, karena video viral terkait… Read More

11 hours ago

Utang Paylater Warga RI di Bank Tembus Rp26,20 Triliun per November 2025

Poin Penting Utang paylater perbankan mencapai Rp26,20 triliun per November 2025, tumbuh 20,34 persen (yoy)… Read More

12 hours ago

OJK Kini Punya Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Apa Tugasnya?

Poin Penting OJK membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah untuk mendorong pertumbuhan… Read More

12 hours ago

Profil dan Kekayaan Yaqut Cholil, Mantan Menag yang Kini Tersangka Kasus Kuota Haji

Poin Penting KPK menetapkan Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan… Read More

12 hours ago

IHSG Ditutup Menguat di Level 8.936, HILL hingga APLN Jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,13 persen ke level 8.936,75, dengan transaksi mencapai… Read More

12 hours ago