Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Menguat ke Level 8.019

Poin Penting

  • IHSG sesi I 3 Maret 2026 ditutup naik 0,03% ke 8.019,55, meski sempat menyentuh level terendah 7.971,77.
  • Sektor bahan baku, teknologi, dan infrastruktur mengalami koreksi, sementara sektor energi dan industri mencatat kenaikan.
  • Bursa Asia melemah, dengan Nikkei turun 2,62 persen, Hang Seng -0,29 persen, dan Shanghai Composite -0,39 persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (3/3) ditutup naik tipis 0,03 persen ke level 8.019,55. Sebelumnya, IHSG sempat menyentuh level terrendahnya di posisi 7.971,77.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 27,93 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,81 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp18,22 triliun. 

Baca juga: Empat Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham BCIC

Kemudian, tercatat terdapat 307 saham terkoreksi, 374 saham menguat, dan 132 saham tetap tidak berubah.

Mayoritas Sektor Melemah

Meski demikian, mayoritas sektor terpantau melemah, dengan sektor bahan baku turun 1,78 persen, sektor teknologi -0,56 persen, sektor infrastruktur -0,49 persen, sektor properti -0,20 persen, sektor siklikal -0,19 persen, dan sektor kesehatan -0,13 persen.

Baca juga: Saham-Saham Ini Berpotensi Cuan di Tengah Memanasnya Perang Iran-AS

Sedangkan sektor lainnya bergerak naik, terlihat dari sektor energi menguat 1,46 persen, sektor industrial meningkat 0,99 persen, sektor non-siklikal naik 0,91 persen, sektor transportasi menguat 0,11 persen, dan sektor keuangan meningkat 0,04 persen.

Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak melemah, dengan Hang Seng Index turun 0,29 persen, Nikkei 225 Index Tokyo merosot 2,62 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,39 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

7 hours ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

8 hours ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

8 hours ago

Skenario Pengakhiran Perang AS-Israel Versus Iran

Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More

22 hours ago

Prabowo Klaim Pemulihan Bencana Aceh Tamiang Hampir 100 Persen

Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More

1 day ago

Waspada! Modus Fake BTS Kuras Rekening, Begini Cara Menghindarinya

Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More

1 day ago