Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (19/6) ditutup meningkat sebanyak 0,31 persen ke level 6.755,79 dari dibuka pada level 6.734,83.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 15,34 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 589 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,31 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 395 saham terkoreksi, sebanyak 188 saham menguat dan sebanyak 186 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Fundamental Kokoh, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham TUGU
Pada sesi ini, mayoritas sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh sektor siklikal yang menurun 1,84 persen, didukung oleh saham PT Media Nusantara Citra Tbk (GOTO) sebesar 2,67 persen dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) ke level 1,04 persen.
Adapun, sektor lain yang mengalami penurunan adalah sektor teknologi turun 1,60 persen, diikuti sektor properti melemah 1,07 persen, sektor transportasi turun 1,06 persen, lalu sektor kesehatan melemah 0,69 persen, sektor non-siklikal melemah 0,42 persen, dan sektor keuangan turun 0,30 persen.
Baca juga: Lakukan Buyback, Begini Prospek Saham GOTO Menurut Analis
Sedangkan, sektor lainnya mengalami penguatan, yaitu sektor infrastruktur menguat 1,14 persen, sektor energi meningkat 0,70 persen, lalu sektor bahan baku menguat 0,18 persen, dan sektor industrial naik 0,01 persen.
Di sisi lain, indeks bursa Asia yang mengalami pelemahan, antara lain Shanghai Composite Index yang turun 0,17 persen dan Indonesia LQ45 Index melemah 0,13 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BRI Finance resmi mengganti logo pada 13 Januari 2026 sebagai bagian dari penyesuaian… Read More
Poin Penting Kasus keracunan menu MBG kembali terjadi di sejumlah daerah, meski BGN menargetkan zero… Read More
Poin Penting KPK mendalami dugaan aliran uang suap pajak dari tersangka ke sejumlah pihak di… Read More
Poin Penting BAF memperoleh dua fasilitas pinjaman berkelanjutan dari Bank DBS Indonesia (IDR300 miliar) dan… Read More
Poin Penting DJP berhasil menagih utang pajak Rp25,4 miliar dari penanggung pajak berinisial SHB, termasuk… Read More
Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More