Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, 27 Maret 2025, ditutup di zona hijau ke level 6.487,08 setelah dibuka merah di level 6.427,35 atau meningkat 0,23 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 6,95 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 495 ribu kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,78 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 250 saham terkoreksi, sebanyak 310 saham menguat dan sebanyak 217 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Dibuka Melemah 0,49 Persen ke Level 6.440
Lebih lanjut, mayoritas sektor juga mengalami penguatan, dengan sektor properti naik 0,84 persen, sektor bahan baku meningkat 0,60 persen, sektor energi menguat 0,46 persen, sektor keuangan naik 0,41 persen.
Kemudian sektor transportasi menguat 0,33 persen, sektor industrial meningkat 0,26 persen, sektor kesehatan naik 0,19 persen, dan sektor siklikal menguat 0,05 persen.
Sedangkan, sektor sisanya melemah, terlihat dari sektor teknologi turun 0,68 persen, sektor non-siklikal dan sektor infrastruktur merosot 0,12 persen.
Baca juga: IHSG Berpeluang Dekati Level 6.500, Ini Sentimen Pendorongnya
Adapun indeks-indeks bursa Asia juga mayoritas menguat, dengan Hang Seng Index Hong Kong naik 1,10 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,28 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,82 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More
Poin Penting Danantara akan mereformasi bank Himbara pada 2026 untuk memperkuat likuiditas, kredit, dan kinerja… Read More
Poin Penting OJK mencabut izin BPR/BPRS terutama karena kasus fraud serta lemahnya tata kelola dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,16% pada sesi I perdagangan Kamis (15/1) ke level 9.046,83… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memprediksi konsumsi masyarakat mulai pulih pada 2026, didorong stimulus pemerintah serta… Read More
Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More