Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,13 Persen pada Level 8.947

Poin Penting

  • IHSG sesi I menguat 0,13% ke level 8.947,96, didukung pergerakan mayoritas saham yang naik.
  • Nilai transaksi mencapai Rp18,72 triliun dengan 359 saham menguat, 311 melemah, dan 141 stagnan.
  • Sektor siklikal memimpin penguatan, sementara sektor keuangan dan infrastruktur masih tertekan; bursa Asia kompak menguat.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (12/1), ditutup bertahan menguat di level 8.947,96 atau naik 0,13 persen dibandingkan posisi 8.936,75.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 33,85 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,62 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp18,72 triliun.

Kemudian, tercatat terdapat 311 saham terkoreksi, sebanyak 359 saham menguat dan sebanyak 141 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Awal Pekan Ini Dibuka Hijau, Sempat Sentuh Level 9.000

Selanjutnya, mayoritas sektor juga mampu ditutup menguat, antara lain, sektor siklikal naik 2,90 persen, sektor transportasi meningkat 2,35 persen, sektor industrial menguat 2,23 persen, sektor properti naik 1,83 persen, sektor bahan baku meningkat 1,56 persen, dan sektor energi menguat 0,26 persen.

Sedangkan, sektor sisanya mengalami pelemahan, yakni sektor infrastruktur turun 1,06 persen, sektor keuangan merosot 0,50 persen, sektor teknologi melemah 0,41 persen, sektor kesehatan turun 0,04 persen, dan sektor non-siklikal merosot 0,02 persen. 

Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBRI, ARCI hingga BUVA

Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Nikkei 225 Index Tokyo naik 1,61 persen, Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 1,03 persen, dan Hang Seng Index menguat 1,30 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Banyak Bank Rombak Manajemen, OJK Optimistis Kinerja Perbankan 2026 Lebih Baik

Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More

11 mins ago

Krisis Ekonomi Hantam Iran, Nilai Tukar Rial Ambruk

Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More

26 mins ago

Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Terbongkar, KPK Sebut Negara Rugi Rp59 Miliar

Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More

35 mins ago

Kriminalisasi Kredit Macet: Wahai Bankir Himbara dan BPD, Stop Dulu Kucurkan Kredit!

Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More

42 mins ago

Intip Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu yang Kena OTT KPK

Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More

46 mins ago

Defisit Fiskal dan Pertumbuhan Kredit: Penyangga Rapuh PDB dari Sisi Konsumsi Masayarakat

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More

58 mins ago