Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I ditutup melanjutkan penguatannya ke level 6.508,46 atau naik 3,79 persen setelah dibuka di level 6.270,59, Senin, 3 Maret 2025.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 10,40 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 724 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,80 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 163 saham terkoreksi, sebanyak 444 saham menguat dan sebanyak 182 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Investor Simak! Deretan Sentimen Berikut Bakal Pengaruhi Gerak IHSG Pekan Ini
Selanjutnya, seluruh sektor turut menguat, dengan sektor bahan baku naik 4,42 persen, sektor keuangan menguat 3,00 persen, sektor infrastruktur meningkat 2,74 persen, sektor energi naik 2,68 persen, sektor non-siklikal menguat 2,67 persen, dan sektor transportasi meningkat 2,45 persen.
Lalu sektor industrial naik 2,14 persen, sektor properti menguat 1,78 persen, sektor siklikal meningkat 1,48 persen, sektor teknologi naik 1,18 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,98 persen.
Baca juga: Awal Maret Semringah! IHSG Dibuka Menguat 1,52 Persen ke Level 6.365
Adapun indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Hang Seng Index Hong Kong naik 1,23 persen, Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,34 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo meningkat 1,70 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More