Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Melesat 1,50 Persen, Tembus Level 7.303

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sesi I, Senin, 25 November 2024. IHSG ditutup di level 7.303,39, naik 1,50 persen dari posisi pembukaan di level 7.195,76.

Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 11,45 miliar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi mencapai Rp6,83 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 700 ribu kali.

Dari total saham yang diperdagangkan, 306 saham menguat, 247 melemah, dan 227 saham stagnan.

Baca juga: IHSG Sepekan Naik 0,48 Persen, Simak Deretan Saham Perkasa yang jadi Penopang

Sebagian besar sektor berhasil mencatatkan kenaikan. Sektor keuangan menjadi pendorong utama dengan kenaikan 1,47 persen, diikuti sektor energi dan sektor properti yang masing-masing naik 1,16 persen. Sektor industrial juga mencatat penguatan 0,98 persen, sedangkan sektor barang non-siklikal naik 0,89 persen.

Sektor infrastruktur dan kesehatan masing-masing menguat 0,83 persen dan 0,57 persen, sementara sektor siklikal naik tipis 0,18 persen. Sektor bahan baku dan transportasi masing-masing bertambah 0,11 persen.

Namun, sektor teknologi menjadi satu-satunya yang melemah, dengan penurunan 1,14 persen. Pelemahan ini ditopang oleh saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang turun 3,85 persen.

Baca juga: Milenial Merapat! Begini Cara Mudah Memiliki Rumah Tanpa Beban Pajak

Pada bursa Asia, Pergerakan indeks terlihat bervariasi, Indeks Nikkei 225 di Tokyo mengalami penguatan signifikan sebesar 1,49 persen.

Di sisi lain, Hang Seng Index di Hong Kong turun 0,26 persen, sedangkan Shanghai Composite Index di Shanghai melemah 0,39 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Banyak Bank Rombak Manajemen, OJK Optimistis Kinerja Perbankan 2026 Lebih Baik

Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More

33 mins ago

Krisis Ekonomi Hantam Iran, Nilai Tukar Rial Ambruk

Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More

48 mins ago

Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Terbongkar, KPK Sebut Negara Rugi Rp59 Miliar

Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More

57 mins ago

Kriminalisasi Kredit Macet: Wahai Bankir Himbara dan BPD, Stop Dulu Kucurkan Kredit!

Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More

1 hour ago

Intip Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu yang Kena OTT KPK

Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More

1 hour ago

Defisit Fiskal dan Pertumbuhan Kredit: Penyangga Rapuh PDB dari Sisi Konsumsi Masayarakat

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More

1 hour ago