Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (27/2) ditutup berbalik melemah ke level 6.458,37 atau turun 2,24 persen dari dibuka pada level 6.606,17.
Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan IHSG terjadi dipicu oleh saham kapitalisasi jumbo yang melemah signifikan. Sementara, nilai tukar Rupiah juga ikut terdepresiasi ke level Rp16,440 pada siang hari ini.
“Secara teknikal, IHSG telah breaklow support psikologis 6.500 yang tervalidasi indikator modern MACD yang menunjukan pelebaran negative slope. Oleh karena itu, waspadai IHSG akan bergerak dalam rentang 6.450-6.500 pada sesi kedua perdagangan Kamis (27/2),” tulis Manajemen dalam risetnya di Jakarta, 27 Februari 2025.
Baca juga: Begini Gerak Saham BRIS, usai Peresmian Layanan Bank Emas Pertama di RI
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 9,56 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 676 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,40 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 391 saham terkoreksi, sebanyak 190 saham menguat dan sebanyak 196 saham tetap tidak berubah.
Selanjutnya, hampir seluruh sektor turut mengalami pelemahan, dengan sektor keuangan turun 2,04 persen.
Penurunan tersebut didorong oleh pelemahan saham bank jumbo, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,85 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) merosot 5,24 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 4,27 persen, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 2,99 persen.
Lalu, sektor teknologi merosot 1,86 persen, sektor kesehatan melemah 1,73 persen, sektor non-siklikal turun 1,31 persen, dan sektor energi merosot 1,29 persen.
Kemudian, sektor bahan baku turun 1,28 persen, sektor infrastruktur merosot 1,12 persen, sektor properti melemah 1,09 persen, sektor siklikal turun 0,78 persen, dan sektor industrial melemah 0,56 persen.
Baca juga: Dua Direksi Borong 357 Ribu Saham BCA (BBCA) Jelang RUPS, Cek Tujuannya
Sementara itu, hanya sektor transportasi yang mengalami penguatan 0,31 persen, didukung oleh kenaikan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sebanyak 2,22 persen.
Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak melemah, dengan Hang Seng Index Hong Kong turun 0,93 persen, Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,41 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,12 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More
Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Tokio Marine Life dan BAZNAS renovasi 5 rumah di Setiabudi, Jakarta, dengan Rp55… Read More