Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Melemah ke 7.268, Sektor Industri Pimpin Pelemahan

Poin Penting

  • IHSG melemah tipis 0,15% ke level 7.268,03 pada penutupan sesi I perdagangan (9/4).
  • Mayoritas saham dan sektor terkoreksi, dipimpin sektor industrial (-1,73%) dan keuangan (-0,80%).
  • Bursa Asia kompak melemah, dengan Nikkei, Shanghai, dan Hang Seng seluruhnya berada di zona merah.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Kamis (9/4), ditutup bertahan melemah ke level 7.268,03 atau turun 0,15 persen dari pembukaan di posisi 7.279,20.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 16,63 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,33 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp8,84 triliun.

Kemudian, 360 saham melemah, 275 saham menguat, dan 173 saham tidak berubah.

Kemudian, mayoritas sektor juga terpantau melemah. Sektor industrial mencatat penurunan terdalam sebesar 1,73 persen, diikuti sektor keuangan yang turun 0,80 persen, sektor kesehatan melemah 0,67 persen, dan sektor teknologi turun 0,60 persen.

Selain itu, sektor non-siklikal merosot 0,54 persen, sektor bahan baku turun 0,53 persen, sektor properti melemah 0,29 persen, dan sektor infrastruktur merosot 0,27 persen.

Sementara itu, tiga sektor sisanya menguat, yakni sektor energi naik 1,17 persen, sektor siklikal meningkat 0,86 persen, dan sektor transportasi menguat 0,41 persen.

Adapun, indeks-indeks bursa Asia juga kompak melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,60 persen, Shanghai Composite Index Shanghai merosot 0,64 persen, dan Hang Seng Index melemah 0,23 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

15 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

46 mins ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

47 mins ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

50 mins ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

1 hour ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

1 hour ago