Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Loyo ke Level 8.505

Poin Penting

  • IHSG melemah 0,75 persen ke level 8.505,82 pada sesi I perdagangan 25 November, dengan volume transaksi 33,19 miliar saham senilai Rp16,73 triliun.
  • Sebagian besar sektor terkoreksi, terutama properti (-2,48 persen), sementara sektor industrial memimpin penguatan (+2,59 persen).
  • Bursa Asia kompak menguat, termasuk Shanghai (+0,88 persen), Nikkei 225 (+0,29 persen), dan Hang Seng (+0,69 persen).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (25/11) ditutup melemah ke level 8.505,82 dari posisi 8.570,25 atau turun 0,75 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 33,19 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,54 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,73 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 352 saham terkoreksi, sebanyak 285 saham menguat dan sebanyak 170 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: Superbank Bakal IPO Bulan Depan, Incar Dana Rp3,06 Triliun
Baca juga: Dana Asing Masuk Rp3,03 Triliun, Saham BRMS, BREN, dan BMRI Laris Manis

Lalu, mayoritas sektor turut bergerak melemah. Ini tercermin dari sektor properti yang turun 2,48 persen, sektor non-siklikal (-0,53 persen), sektor bahan baku (-0,36 persen), sektor infrastruktur dan sektor transportasi (-0,17 persen), dan sektor keuangan (-0,01 persen).

Sedangkan, sektor sisanya menguat, dengan sektor industrial naik 2,59 persen, sektor kesehatan meningkat 0,64 persen, sektor siklikal menguat 0,55 persen, sektor energi naik 0,34 persen, dan sektor teknologi meningkat 0,17 persen.

Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,88 persen, Nikkei 225 Index Tokyo meningkat 0,29 persen, dan Hang Seng Index naik 0,69 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

3 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

16 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

17 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

17 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

23 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

24 hours ago