Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (21/5), kembali ditutup meningkat ke level 7.156,25 atau menguat 0,87 persen setelah dibuka di level 7.114,69.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 13,84 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 783 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,63 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 242 saham terkoreksi, sebanyak 359 saham menguat dan sebanyak 195 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.117
Lebih lanjut, mayoritas sektor turut mengalami penguatan, dengan sektor bahan baku meningkat 2,36 persen, sektor properti naik 2,09 persen, sektor infrastruktur menguat 1,22 persen, sektor keuangan naik 1,16 persen.
Sementara, sektor kesehatan meningkat 1,13 persen, sektor non-siklikal menguat 1,02 persen, sektor transportasi naik 1,00 persen, dan sektor siklikal meningkat 0,70 persen.
Sedangkan, sektor sisanya mengalami pelemahan, dengan sektor teknologi merosot 1,41 persen, sektor industrial turun 0,64 persen, dan sektor energi melemah 0,01 persen.
Baca juga: Masih Ngegas! IHSG Sesi I Ditutup Menghijau ke Level 7.171
Adapun indeks-indeks bursa Asia bergerak variatif, dengan Hang Seng Index Hong Kong naik 0,89 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 0,33 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,27 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More
Poin Penting Diskon iuran 50 persen JKK–JKM diberikan pemerintah bagi pekerja BPU sektor transportasi (ojol,… Read More
Poin Penting KADIN membuka 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar SPPG sebagai dukungan… Read More
Poin Penting Pemerintah masih menggunakan BBM B40 pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo, sambil melanjutkan… Read More
Poin Penting Skema Back to Back Loan memungkinkan nasabah memperoleh dana tunai dengan menjaminkan deposito… Read More
Poin Penting Kredit UMKM masih turun 0,64 persen per November 2025 akibat tekanan ekonomi global… Read More