Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Menguat 0,87 Persen di Level 8.612

Poin Penting

  • IHSG sesi I menguat 0,87 persen ke level 8.612,47 dengan nilai transaksi mencapai Rp13,36 triliun.
  • Mayoritas sektor menguat, dipimpin sektor siklikal, bahan baku, dan transportasi; hanya sektor teknologi dan kesehatan yang melemah.
  • Bursa Asia bergerak bervariasi, dengan Nikkei dan Hang Seng melemah, sementara Shanghai Composite menguat tipis.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Senin (29/12) ditutup bertahan di zona hijau pada level 8.612,47. Posisi tersebut mencerminkan penguatan 0,87 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 8.537,91.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 23,69 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,72 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp13,36 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 229 saham terkoreksi, sebanyak 444 saham menguat dan sebanyak 134 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Masih Rawan Koreksi, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Selanjutnya, hampir seluruh sektor juga ditutup menguat, antara lain, sektor siklikal naik 3,16 persen, sektor bahan baku meningkat 3,15 persen, sektor transportasi menguat 2,62 persen, sektor energi naik 2,45 persen, sektor infrastruktur meningkat 1,59 persen.

Sektor industrial naik 1,06 persen, sektor properti menguat 0,94 persen, sektor keuangan meningkat 0,37 persen, dan sektor non-siklikal menguat 0,35 persen.

Baca juga: IHSG Masih Rawan Koreksi, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Sedangkan, sektor sisanya mengalami pelemahan, yakni sektor teknologi menurun 0,71 persen dan sektor kesehatan merosot 0,17 persen. 

Adapun, indeks-indeks bursa Asia juga mayoritas melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,65 persen dan Hang Seng Index merosot 0,32 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 0,12 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

9 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

11 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

11 hours ago

Tantangan Inovasi Sektor Perumahan Rendah Emisi

Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More

12 hours ago

Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Baru Rp8,49 M, Ini Alasannya

Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More

12 hours ago

IHSG Ditutup Ambles 2 Persen Lebih ke Level 8.016

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,65 persen ke 8.016,83; 671 saham melemah,… Read More

12 hours ago