Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Hijau pada Posisi 8.946

Poin Penting

  • IHSG sesi I naik 0,14 persen ke level 8.946.
  • Mayoritas sektor menguat, dipimpin bahan baku dan industrial.
  • Bursa Asia melemah, kecuali Shanghai yang naik tipis.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Rabu (7/1) ditutup bertahan di zona hijau ke level 8.946,25 atau menguat 0,14 persen dibandingkan posisi sebelumnya di 8.933,60.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 42,15 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,73 juta kali. Adapun total nilai transaksi tercatat sebesar Rp21,67 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 325 saham terkoreksi, sebanyak 346 saham menguat dan sebanyak 135 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Tancap Gas! IHSG Makin Dekati Level 9.000

Selanjutnya, mayoritas sektor saham berhasil ditutup di zona hijau. Sektor bahan baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,16 persen, disusul sektor industrial yang naik 2,12 persen dan sektor siklikal yang menguat 1,12 persen.

Selain itu, sektor energi naik 0,69 persen, sektor kesehatan menguat 0,31 persen, dan sektor infrastruktur meningkat 0,19 persen.

Sejumlah Sektor Terkoreksi

Di sisi lain, beberapa sektor mengalami pelemahan. Sektor transportasi turun 0,68 persen, sektor non-siklikal melemah 0,42 persen, sektor teknologi turun 0,22 persen, sektor keuangan terkoreksi 0,12 persen, dan sektor properti melemah 0,07 persen.

Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Pendorongnya

Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia pada sesi yang sama cenderung melemah. Indeks Nikkei 225 Tokyo turun 1,03 persen dan Hang Seng Index melemah 1,20 persen. Adapun Shanghai Composite Index justru menguat tipis sebesar 0,08 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

14 mins ago

Pemerintah Resmi Berlakukan WFH ASN, Bagaimana dengan Pekerja Swasta?

Poin Penting Pemerintah menetapkan kebijakan WFH bagi ASN satu hari per minggu (setiap Jumat) mulai… Read More

20 mins ago

LPS Siapkan Pembayaran Klaim Simpanan Nasabah BPR Pembangunan Nagari

Poin Penting LPS mulai verifikasi nasabah PT BPR Pembangunan Nagari per 31 Maret 2026, menyusul… Read More

27 mins ago

Ada 5.688 Aduan Mis-selling Asuransi, Total Kerugian Tembus Rp790 Miliar

Poin Penting Tercatat 5.888 aduan mis-selling PAYDI (2020–pertengahan 2025), dengan 686 kasus terbukti dan 5.004… Read More

3 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Melemah 0,61 Persen ke Level 7.048

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,61 persen ke level 7.048,22. Mayoritas sektor dan seluruh indeks… Read More

4 hours ago

BGN Hentikan Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Ini Alasannya

Poin Penting BGN menghentikan sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur mulai 1 April 2026. Penghentian… Read More

4 hours ago