Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (20/1) lanjut ditutup meningkat ke level 9.155,40 atau menguat 0,24 persen dari dibuka pada posisi 9.133,87.
IHSG juga kembali mencetak level tertinggi terbarunya atau all time high (ATH) pada perdagangan sesi I di posisi 9.174,47.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 46,61 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,33 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,07 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 287 saham terkoreksi, 382 saham menguat dan 131 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Prajogo Pangestu Borong Saham BREN, Segini Nilainya
Baca juga: Fundamental Makin Menarik, Harga Saham BBTN Terus Nanjak
Lebih lanjut, seluruh sektor ikut menguat. Ini tercermin dari sektor industrial naik 2,38 persen, sektor properti meningkat 1,67 persen, sektor non-siklikal menguat 1,47 persen, sektor siklikal naik 1,45 persen, sektor teknologi meningkat 1,11 persen, dan sektor energi menguat 0,83 persen.
Selanjutnya, sektor bahan baku naik 0,54 persen, sektor infrastruktur meningkat 0,38 persen, sektor keuangan menguat 0,31 persen, sektor kesehatan naik 0,22 persen, dan sektor transportasi meningkat 0,03 persen.
Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 1,26 persen, Hang Seng Index merosot 0,11 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,30 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More