Ilustrasi: IHSG hari ini dibuka di zona merah. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I kembali ditutup meningkat ke level 6.664,55 atau menguat 0,77 persen setelah dibuka di level 6.660,61, Jumat, 25 April 2025.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 10,04 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 596 ribu kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,97 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 159 saham terkoreksi, sebanyak 413 saham menguat dan sebanyak 219 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Hijau Lagi, Analis Prediksi Penguatan Terbatas di Kisaran 6.540–6.750
Lalu seluruh sektor turut mengalami penguatan, dengan sektor non-siklikal naik 2,36 persen, sektor bahan baku menguat 1,54 persen, sektor properti meningkat 1,43 persen, sektor infrastruktur naik 1,11 persen, sektor teknologi menguat 0,74 persen, dan sektor keuangan meningkat 0,72 persen.
Selain itu, sektor siklikal naik 0,61 persen, sektor kesehatan menguat 0,57 persen, sektor transportasi meningkat 0,50 persen, sektor energi naik 0,47 persen, dan sektor industrial meningkat 0,09 persen.
Baca juga: Jelang Akhir Pekan, IHSG Berpeluang Menguat ke 6.700, Ini Saham yang Patut Dicermati
Adapun indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,11 persen, Nikkei 225 Index Tokyo naik 1,83 persen, dan Hang Seng Index Hong Kong meningkat 0,84 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More