Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, 10 Maret 2025, bertahan ditutup melemah ke level 6.592,66 dari dibuka di level 6.636,00 atau turun 0,65 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 11,31 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 681 ribu kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,20 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 352 saham terkoreksi, sebanyak 217 saham menguat dan sebanyak 226 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Awal Pekan Dibuka Melemah ke Level 6.614
Selanjutnya, mayoritas sektor turut mengalami pelemahan, dengan sektor bahan baku dan sektor industrial merosot 2,29 persen, sektor kesehatan turun 1,74 persen, sektor keuangan melemah 1,49 persen, dan sektor properti merosot 1,06 persen.
Selain itu, sektor transportasi turun 0,71 persen, sektor infrastruktur melemah 0,60 persen, sektor non-siklikal turun 0,03 persen, dan sektor energi flat melemah.
Sementara itu, dua sektor sisanya menguat, terlihat dari sektor teknologi meningkat 5,98 persen dan sektor siklikal naik 0,54 persen.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Simak 4 Rekomendasi Saham Ini
Adapun indeks-indeks bursa Asia bergerak variatif, dengan Hang Seng Index Hong Kong melemah 2,37 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai turun 0,68 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo naik 0,31 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More