Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, 21 Januari 2025, ditutup bertahan pada zona hijau di level 7.202,49 atau naik 0,44 persen dari dibuka pada level 7.170,73.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 10,57 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 837 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,71 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 323 saham terkoreksi, sebanyak 234 saham menguat dan sebanyak 247 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat Usai Trump Dilantik, Merangkak ke Level 7.207
Lalu mayoritas sektor juga menguat, dengan sektor keuangan meningkat 0,79 persen, sektor kesehatan naik 0,68 persen, sektor non-siklikal menguat 0,59 persen, dan sektor energi meningkat 0,39 persen.
Selanjutnya sektor bahan baku naik 0,25 persen, sektor transportasi meningkat 0,14 persen, dan sektor infrastruktur menguat 0,04 persen.
Sementara, sektor sisanya melemah, terlihat dari sektor properti merosot 0,82 persen, sektor siklikal turun 0,32 persen, sektor industrial melemah 0,20 persen, dan sektor teknologi turun 0,17 persen.
Baca juga: Pidato Perdana Trump Bikin IHSG Rawan Berbalik Arah
Adapun indeks-indeks bursa Asia bergerak variatif dengan Hang Seng Index Hong Kong meningkat 0,97 persen dan Nikkei 225 Index Tokyo naik 0,12 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,08 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More