Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I ditutup bertahan di zona hijau ke level 6.931,77 dari posisi 6.904,39 atau menguat 0,40 persen, Rabu, 9 Juli 2025.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti bahwa pelaku pasar saat ini mempertimbangkan perkembangan tarif terbaru dari Amerika Serikat (AS), di mana Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi tidak akan ada perubahan atau perpanjangan.
“Menteri Koodinator Perekonomian RI melakukan kunjungan ke AS dalam rangka melanjutkan negosiasi tarif dagang pascapenerapan tarif tetap 32 persen oleh Donald Trump yang akan diberlakukan pada 1 Agustus tahun ini. Pasar berharap ada kabar baik dari hasil negosiasi tersebut,” ujar Pilarmas dalam risetnya di Jakarta, Rabu, 9 Juli 2025.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat Dekati Level 7.000
Di sisi lain, dukungan dari sejumlah perusahaan yang melantai melalui penawaran umum perdana (IPO) pada pekan ini turut memberikan daya tarik bagi pelaku pasar, sehingga mampu meredam tekanan terhadap IHSG.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 9,96 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 638 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,38 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 221 saham terkoreksi, sebanyak 309 saham menguat dan sebanyak 250 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini
Selanjutnya, sebagian besar sektor juga mengalami penguatan. Sektor properti dan bahan baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,08 persen, disusul sektor infrastruktur (0,94 persen), kesehatan (0,81 persen), sektor siklikal (0,73 persen), non-siklikal (0,26 persen), energi (0,22 persen), dan sektor keuangan (0,11 persen).
Sementara itu, sektor industri turun 0,19 persen, teknologi melemah 0,17 persen, dan transportasi terkoreksi 0,15 persen.
Adapun indeks-indeks bursa Asia mayoritas turut menguat. Nikkei 225 Index Tokyo naik 0,25 persen, Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,38 persen, sementara Hang Seng Index melemah 0,96 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More