Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah ke 7.053

Poin Penting

  • IHSG berbalik melemah atau ditutup turun 0,53 persen ke level 7.053,77 pada sesi I, dari posisi pembukaan di 7.091,67
  • Volume perdagangan mencapai 15,62 miliar saham dengan nilai transaksi Rp7,48 triliun dan frekuensi 1,01 juta kali.
  • Sebanyak 382 saham turun, sektor transportasi memimpin pelemahan (-3,86 persen), sementara hanya sektor non-siklikal yang menguat (+0,94 persen).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (31/3) berbalik ditutup merah ke level 7.053,77 atau melemah 0,53 persen dari dibuka pada posisi 7.091,67.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 15,62 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,01 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,48 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 382 saham terkoreksi, 272 saham menguat dan 162 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Berikut 5 Saham Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan
Baca juga: Net Sell Asing Tembus Rp1,92 Triliun, Saham BBCA, BBRI dan BBNI Paling Banyak Dilego

Lalu, hampir seluruh sektor juga terpantau merosot, dengan sektor transportasi -3,86 persen, sektor energi -1,69 persen, sektor industrial -1,45 persen, sektor teknologi -1,01 persen, dan sektor kesehatan -0,59 persen.

Selanjutnya, sektor infrastruktur -0,47 persen, sektor properti -0,33 persen, sektor keuangan -0,28 persen, sektor bahan baku -0,18 persen, dan sektor siklikal -0,14 persen. Di sisi lain, sektor non-siklikal mengalami penguatan 0,94 persen.

Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 1,13 persen, Hang Seng Index merosot 0,31 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,26 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Pemerintah: Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Tidak Naik

Poin Penting Pemerintah memastikan harga BBM subsidi dan non subsidi tidak mengalami kenaikan. Ketersediaan BBM… Read More

31 mins ago

RI-Jepang Perkuat Investasi, Kadin Target Lepas dari Middle Income Trap

Poin Penting Kadin mendorong Indonesia keluar dari middle income trap melalui penguatan investasi dan inovasi,… Read More

38 mins ago

Ramai Kasus Amsal Sitepu, Kemenekraf: Jangan Takut Ambil Proyek Pemerintah

Poin Penting Kasus Amsal Sitepu menjadi momentum evaluasi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola proyek di… Read More

1 hour ago

Women Leader dan Harapan Ladies Bankers Kepada OJK

Poin Penting Friderica Widyasari Dewi (Kiki) resmi menjadi Ketua OJK periode 2026–2031, didampingi empat komisioner… Read More

1 hour ago

RI dan Jepang Sepakat Kerja Sama Rp392,7 Triliun, Dorong Kemitraan Strategis

Poin Penting RI dan Jepang menandatangani 10 MoU dengan nilai total USD23,1 miliar (Rp392,7 triliun).… Read More

2 hours ago

Phishing Kian Marak, BRI Minta Nasabah Kenali Modus Link Palsu

Poin Penting BRI mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap maraknya penipuan digital, khususnya melalui link palsu… Read More

2 hours ago