Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting

  • IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83% ke level 7.874,41 dari posisi pembukaan 8.103,87.
  • Sebanyak 671 saham terkoreksi, hanya 89 saham menguat dan 57 stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp10,46 triliun.
  • Pelemahan dipimpin sektor siklikal (-5,43%), disusul industrial (-4,70%) dan bahan baku (-4,17%), di tengah mayoritas bursa Asia yang justru menguat.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (6/2) ditutup anjlok 2,83 persen dari posisi dibuka 8.103,87 ke level 7.874,41.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 22,23 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,46 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,46 triliun. 

Baca juga: Saham TUGU Rebound Cepat Setelah Koreksi, Intip Pemicunya

Kemudian, tercatat terdapat 671 saham terkoreksi, 89 saham menguat dan 57 saham tetap tidak berubah.

Lalu, seluruh sektor juga terpantau melemah, dipimpin oleh sektor siklikal yang turun 5,43 persen. Selanjutnya disusul sektor industrial -4,70 persen, sektor bahan baku -4,17 persen, sektor energi -3,88 persen, sektor infrastruktur -3,63 persen, dan sektor properti -3,21 persen.

Baca juga: Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Kemudian, sektor transportasi turun 2,25 persen, sektor keuangan -1,97 persen, sektor non-siklikal -1,78 persen, sektor teknologi -1,64 persen, dan sektor kesehatan -1,09 persen.

Sementara dari bursa Asia, indeks-indeks bursa mayoritas menguat, dengan Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 0,11 persen dan Nikkei 225 Index Tokyo naik 0,31 persen. Sedangkan, Hang Seng Index turun 1,24 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

8 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

8 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

8 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

8 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

9 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

10 hours ago