Market Update

IHSG Sesi I Ditutup Ambles ke Level 7.243

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (16/7) berakhir ditutup pada zona merah ke level 7.243,93 atau melemah sebesar 0,48 persen dari dibuka pada level 7.278,86.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 7,13 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 554 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,00 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 262 saham terkoreksi, sebanyak 251 saham menguat dan sebanyak 263 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: Cegah Investasi Bodong, OJK Siapkan Aturan untuk Influencer Saham

Lalu, mayoritas sektor pun ditutup dengan mengalami pelemahan, dipimpin oleh sektor non-siklikal yang turun 0,74 persen, ditopang oleh pelemahan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar 2,73 persen dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 0,95 persen.

Selanjutnya, sektor lain yang mengalami penurunan adalah sektor kesehatan melemah 0,67 persen, sektor industrial turun 0,56 persen, sektor infrastruktur melemah 0,47 persen, sektor keuangan turun 0,43 persen, dan sektor properti melemah 0,33 persen. 

Lebih lanjut, sektor sisanya mengalami penguatan, dengan sektor siklikal naik 1,09 persen, sektor transportasi meningkat 0,44 persen, sektor bahan baku menguat 0,43 persen, sektor teknologi naik 0,34 persen, dan sektor energi menguat 0,30 persen.

Baca juga: BEI Ungkap Ada Dua Perusahaan Jumbo Bersiap IPO

Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas mengalami pelemahan, terlihat dari Hang Seng Index Hong Kong turun 1,47 persen, Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,35 persen, Straits Times Index Singapore turun 0,45 persen.

Diikuti, Indonesia Composite Index Jakarta yang melemah 0,48 persen, dan Indonesia LQ45 Index Jakarta mengalami penurunan 0,50 persen. Sedangkan, hanya Nikkei 225 Index Tokyo yang menguat 0,33 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

1 hour ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

7 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

8 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

8 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

10 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

12 hours ago