Ilustrasi Pergerakan saham big banks yang kompak turun usai BI umumkan tahan suku bunga 4,75 persen, Rabu, 22 Oktober 2025. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (23/1) ditutup ambles ke level 8.876,89 atau melemah 1,28 persen dari dibuka pada posisi 8.992,18.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 40,89 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,13 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp18,39 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 585 saham terkoreksi, sebanyak 124 saham menguat dan sebanyak 95 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Dana Asing Kabur Rp964,14 Miliar, Saham BBCA, BMRI, dan BBNI Paling Banyak Diobral
Lebih lanjut, mayoritas sektor turut melemah. Pelemahan dipimpin oleh sektor siklikal yang turun 2,89 persen. Ada juga sektor transportasi -2,66 persen, sektor energi -2,35 persen, sektor industrial -1,72 persen, dan sektor non-siklikal -1,59 persen.
Selanjutnya, sektor properti tercatat melemah 1,58 persen. Disusul sektor keuangan -1,39 persen, sektor teknologi -1,30 persen, sektor infrastruktur -0,84 persen, dan sektor bahan baku -0,05 persen.
Baca juga Prabowo Cabut Izin Tambang Agincourt Resources, Begini Nasib Saham UNTR
Pada perdagangan sesi I ini hanya sektor kesehatan yang mengalami penguatan 0,69 persen. Penguatan sektor tersebut ditopang PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) yang naik 1,15 persen.
Sementara indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Hang Seng Index meningkat 0,31 persen, Shanghai Composite Index Shanghai flat hijau, dan Nikkei 225 Index Tokyo naik 0,35 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pangsa pasar oli Indonesia tumbuh rata-rata 2,5% per tahun, didorong oleh meningkatnya jumlah… Read More
Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More
Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More
Poin Penting Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025. Laba bersih… Read More
Poin Penting AFPI berharap bank Himbara menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun SAL ke industri pinjaman… Read More
Poin Penting Pertamina Lubricants memastikan stok oli domestik aman meski konflik AS-Israel vs Iran berpotensi… Read More