Ilustrasi: IHSG hari ini dibuka di zona merah. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (23/12) ditutup bertahan pada zona hijau ke level 7.071,32 atau menguat 1,25 persen dari dibuka pada level 6.983,86.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 15,45 saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 597 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,05 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 238 saham terkoreksi, sebanyak 323 saham menguat dan 216 saham tetap tidak berubah.
Lalu, mayoritas sektor mengalami penguatan. Di antaranya sektor infrastruktur naik 1,70 persen, sektor siklikal meningkat 1,47 persen, sektor bahan baku menguat 1,34 persen, sektor keuangan naik 1,24 persen, dan sektor kesehatan meningkat 1,12 persen.
Baca juga: BEI ‘Tendang’ 8 Emiten Pailit, Ini Daftarnya!
Baca juga: Harga Saham MDIY Terjun Bebas usai Pencatatan Perdana di BEI
Kemudian, sektor non-siklikal menguat 1,08 persen, sektor properti naik 0,81 persen, sektor teknologi meningkat 0,58 persen, sektor transportasi menguat 0,54 persen, dan sektor industrial naik 0,11 persen.
Sementara, hanya sektor energi yang mengalami pelemahan sebanyak 0,17 persen. Ini dipicu oleh penurunan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebanyak 1,32 persen.
Adapun, indeks-indeks bursa Asia juga kompak meningkat, dengan Hang Seng Index Hong Kong mengalami penguatan 0,88 persen, Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,06 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo menguat 1,12 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More
Poin Penting Diskon iuran 50 persen JKK–JKM diberikan pemerintah bagi pekerja BPU sektor transportasi (ojol,… Read More
Poin Penting KADIN membuka 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar SPPG sebagai dukungan… Read More
Poin Penting Pemerintah masih menggunakan BBM B40 pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo, sambil melanjutkan… Read More
Poin Penting Skema Back to Back Loan memungkinkan nasabah memperoleh dana tunai dengan menjaminkan deposito… Read More
Poin Penting Kredit UMKM masih turun 0,64 persen per November 2025 akibat tekanan ekonomi global… Read More