Ilustrasi: Pergerakan pasar saham/istimewa
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (3/9) ditutup pada level 7.638,23 atau merosot sebesar 0,73 persen dari dibuka pada level 7.694,53.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 14,09 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 652 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,43 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 348 saham terkoreksi, sebanyak 219 saham menguat dan sebanyak 219 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Cetak Rekor Baru, Ini 10 Saham yang Paling Cuan
Lalu, mayoritas sektor juga mengalami pelemahan, dengan sektor siklikal melemah paling dalam sebesar 4,44 persen, diikuti sektor teknologi yang turun 3,06 persen, sektor infrastruktur merosot 0,93 persen, sektor keuangan turun 0,82 persen, dan sektor properti melemah 0,77 persen.
Serta, sektor non-siklikal turun 0,47 persen, sektor energi melemah 0,35 persen, sektor industrial merosot 0,32 persen, dan sektor transportasi turun 0,09 persen.
Sedangkan, hanya dua sektor yang menguat, yakni sektor kesehatan meningkat 0,53 persen dan sektor bahan baku naik 0,06 persen.
Baca juga: Mandiri Sekuritas Kerek Target IHSG jadi 7.800 di Akhir 2024
Adapun, indeks-indeks bursa Asia juga mayoritas melemah terlihat dari Indonesia LQ45 Index Jakarta turun 0,66 persen, Nikkei 225 Index Tokyo turun sebesar 0,04 persen, Hang Seng Index Hong Kong melemah 0,48 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai merosot 0,45 persen.
Sementara, hanya Straits Times Index Singapore yang mengalami penguatan sebesar 0,39 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More