Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (26/11) ditutup dengan berbalik meroskot ke level 7.290,74 atau turun 0,32 persen dari dibuka pada level 7.314,17.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 11,71 saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 755 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,44 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 317 saham terkoreksi, sebanyak 232 saham menguat dan sebanyak 236 saham tetap tidak berubah.
Meski begitu, mayoritas sektor mengalami penguatan, dengan sektor kesehatan meningkat 1,08 persen, sektor properti naik 0,33 persen, sektor bahan baku menguat 0,26 persen, sektor transportasi meningkat 0,24 persen, sektor teknologi naik 0,14 persen, dan sektor industrial menguat 0,07 persen.
Sementara itu, sektor sisanya mengalami pelemahan, dengan sektor keuangan turun 0,73 persen, sektor infrastruktur melemah 0,50 persen, sektor non-siklikal turun 0,35 persen, sektor siklikal merosot 0,08 persen, dan sektor energi melemah 0,06 persen.
Adapun, indeks-indeks bursa Asia bergerak variatif, dengan Hang Seng Index Hong Kong mengalami penguatan 0,47 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,43 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo melemah 1,36 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More