Market Update

IHSG Sesi I Berbalik Melemah ke Posisi 8.671, Mayoritas Sektor Merah

Poin Penting

  • IHSG sesi I ditutup melemah 0,44 persen ke level 8.671,97, setelah sebelumnya sempat menyentuh All Time High (ATH) di posisi 8.749,26.
  • Aktivitas perdagangan cukup ramai, dengan total transaksi mencapai Rp14,39 triliun, melibatkan 32,29 miliar saham dan 1,89 juta kali transaksi.
  • Mayoritas sektor berada di zona merah, dipimpin sektor transportasi, industri, dan bahan baku, sementara sektor teknologi dan infrastruktur mencatat penguatan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Selasa, 9 Desember 2025, berbalik ditutup melemah ke level 8.671,97 dari posisi 8.710,69 atau turun 0,44 persen. Padahal IHSG sebelumnya kembali menyentuh All Time High (ATH) di posisi 8.749,26.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 32,29 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,89 juta kali. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp14,39 triliun. 

Kemudian, tercatat 407 saham terkoreksi, 244 saham menguat dan 149 saham bergerak stagnan.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 0,90 Persen, Cetak Rekor ATH Baru di Level 8.710

Lebih lanjut, mayoritas sektor tercatat ditutup melemah. Sektor industrial turun 0,97 persen, sektor bahan baku merosot 0,92 persen, sektor properti melemah 0,77 persen, dan sektor energi turun 0,68 persen.

Selain itu, sektor konsumer siklikal merosot 0,63 persen, sektor konsumen non-siklikal melemah 0,42 persen, sektor transportasi turun 1,62 persen, dan sektor keuangan bergerak datar di zona merah.

Di tengah tekanan, sejumlah sektor masih mampu mencatatkan penguatan. Sektor teknologi melonjak 1,93 persen, sektor infrastruktur naik 1,61 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,45 persen.

Baca juga: Lanjut Menguat, IHSG Dibuka Naik 0,25 Persen ke Level 8.732

Sejalan dengan pelemahan IHSG, pergerakan indeks bursa Asia juga terpantau kompak melemah. Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,03 persen, Shanghai Composite Index Shanghai merosot 0,13 persen, dan Hang Seng Index melemah 1,14 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Empat Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham BCIC

Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More

11 hours ago

INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”

Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More

11 hours ago

Konflik Timur Tengah Memanas, Pakar Nilai Impor Minyak AS Jadi Opsi Mitigasi

Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More

12 hours ago

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

12 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

14 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

14 hours ago