Dua orang pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Senin, 2 Desember 2024, ditutup berbalik melemah ke level 7.100,46 atau turun 0,19 persen dari dibuka pada level 7.114,06.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 10,50 saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 891 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,98 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 331 saham terkoreksi, sebanyak 242 saham menguat dan sebanyak 211 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Investor Simak! Sejumlah Sentimen Ini Bakal Pengaruhi Gerak IHSG
Lebih lanjut, mayoritas sektor mengalami pelemahan, dengan sektor siklikal turun 1,19 persen, sektor kesehatan melemah 0,98 persen, sektor keuangan merosot 0,86 persen, dan sektor properti turun 0,32 persen.
Selanjutnya, sektor transportasi turun 0,14 persen, sektor industrial merosot 0,10 persen, sektor non-siklikal melemah 0,09 persen, dan sektor infrastruktur turun 0,01 persen.
Sementara itu, sektor sisanya mengalami penguatan, dengan sektor energi naik 1,09 persen, sektor teknologi meningkat 0,25 persen, dan sektor bahan baku menguat 0,03 persen.
Baca juga: Sambut Desember, IHSG Dibuka Semringah ke Level 7.137
Adapun indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Hang Seng Index Hong Kong mengalami peningkatan 0,17 persen, Shanghai Composite Index Shanghai menguat 1,02 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo naik 0,47 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More