Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (26/2) ditutup berbalik melemah ke level 6.562,89 atau turun 0,37 persen dari dibuka pada level 6.587,08.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 8,92 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 614 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,95 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 373 saham terkoreksi, sebanyak 218 saham menguat dan sebanyak 191 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Digelar Maret 2025, RUPST OCBC NISP Minta Restu Buyback Saham dan Pembagian Dividen
Selanjutnya, hampir seluruh sektor turut mengalami pelemahan. Ini tercemin dari sektor non-siklikal turun 2,08 persen, sektor industrial melemah 1,30 persen, sektor bahan baku turun 1,21 persen, dan sektor energi merosot 0,67 persen.
Kemudian, sektor infrastruktur merosot 0,79 persen, sektor properti dan sektor keuangan turun 0,62 persen, sektor transportasi merosot 0,51 persen, sektor siklikal melemah 0,37 persen, dan sektor kesehatan turun 0,01 persen.
Baca juga: Investor Asing Kembali Agresif Net Sell Rp1,63 Triliun, Saham Ini Paling Banyak “Dibuang”
Sementara itu, hanya sektor teknologi yang mengalami penguatan sebanyak 7,12 persen, didukung oleh kenaikan saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) sebanyak 1,68 persen.
Adapun, indeks-indeks bursa Asia bergerak variatif, dengan Hang Seng Index Hong Kong menguat 3,04 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,50 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,91 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More